selanjutnya

http://www.facebook.com/oktavia.wulansari

Minggu, 28 Februari 2010

PENGERTIAN WARNA ATAU COLOR



Sejarah warna


Sir Isaac Newton
Percobaan yang dilakukan oleh Isaac Newton dengan prisma kaca bahwa cahaya putih terdiri dari warna  pelangi (warna spektrum)
J. C. Le Blon
menemukan warna utama merah, kuning dan biru dari pigmen. Hal tersebut merupakan permulaan teori RYB atau “merah kuning biru” sebagai warna utama.
Hermann von helmholzt dan James Clerk Maxwell Mendasarkan warna pada cahaya matahari dan bertumpu pada hukum-hukum fisika.
Johann Wolfgang von Goethe Penggolongan warna menjadi dua warna utama yaitu kuning (berhubungan dengan kecerahan) dan biru (dengan kegelapan)
Michel Eugene Chevreul
direktur utama perusahaan permadani di prancis ini mengembangkan teori ’merah kuning biru’. -The laws of simultaneous Contrast of color (1839). mencetuskan teori harmoni khususnya pada warna tekstil.
Sir David Brewster 
Teori ini menyederhanakan warna-warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok warna, yaitu warna primer, sekunder, tersier, dan warna netral. - Lingkaran warna brewster dapat menjelaskan teori kontras warna  (komplementer), split komplementer, triad, dan tetrad
Warna dapat didefinisikan secara obyektif/fisik sebagai sifat cahaya yang diapancarkan, atau secara subyektif/psikologis sebagai bagian dari pengalaman indera pengelihatan. Secara obyektif atau fisik, warna dapat diberikan oleh panajang gelombang. Dilihat dari panjang gelombang, cahaya yang tampak oleh mata merupakan salah satu bentuk pancaran energi yang merupakan bagian yang sempit dari gelombang elektromagnetik.

Warna merupakan pelengkap gambar serta mewakili suasana kejiwaan pelukisnya dalam berkomunikasi. Warna juga merupakan unsur yang sangat tajam untuk menyentuh kepekaan penglihatan sehingga mampu merangsang munculnya rasa haru, sedih, gembira, mood atau semangat, dll.

Pemilihan warna adalah satu hal yang sangat penting alam menentukan respons dari calon pemakai/siswa. Warna dalah hal yang pertama dilihat oleh seseorang (terutama warna background). Warna akan membuat kesan atau mood untuk keseluruhan gambar/grafis. Warna merupakan unsur penting dalam grafis karena dapat memberikan dampak psikologis kepada orang yang melihat. Warna mampu memberikan sugesti yang mendalam kepada manusia. Dalam komunikasi grafis, penggunaan warna perlu ditata dan disusun dengan tepat sehingga menimbulkan suasana, mempengaruhi luas kehidupan manusia sekaligus sebagai lambing psikologis. Warna juga bersifat case sensitive meskipun secara universal penggunaan warna-warna di bidang komunikasi grafis telah diakui namaun warna erat kaitannya dengan latar belakang budaya bangsa atau komunitas tertentu yang mungkin memberikan penilaian berbeda untuk penggunaan warna-warna berbeda. Sebagai contoh, warna merah jarang digunakan untuk kemasan produk yang dijual di Saudi Arabia karena nilai budaya setempat meyakini bahwa warna merah adlah haram karena identik dengan darah.

Untuk mencapai deain warna yang efektif bisa dimulai dengan memilih warna yang bisa merepresentasikan tujuan daripada media komunikasi grafis yang dibuat. Pallet warna yang dibuat sebaiknya cocok dengan tujuan atau pesan yang ingin disampaikan. Sebagaimana misalnya Anda ingin mendesain media grafis untuk anak-anak TK, maka ada baiknya Anda memilih warna-warna serah untuk mebuat suasana ceria. Sementara untuk membuat situs komunitas dapat dipergunakan warna-warna hangat agar menimbulkan suasana yang lebih santai. Sebaliknya jika Anda bermaksud untuk menonjolkan penyajian informasi, di mana content akan mendominasi, maka sebaiknya dipergunakan warna-warna sederhana dan tidak mengganggu. Misalnya, jangan menggunakan background kembang-kembang dengan warna yang mencolok.

Dalam sebuah desain, komposisi warna sangat penting. Komposisi berarti to compose, yang berarti mengarang, menyusun atau mengubah. Johannes Itten dalam buku The Elements of Color 1970 pada halaman 91 menyatakan :
“Efek sebuah warna dalam komposisinya ditentukan oleh situasi karena warna selalu dilihat dalam hubungannya dengan lingkaran. Warna yang dikeluarkan dari lingkarannya akan memiliki kekuatan sendiri. Nilai-nilai kepentingan sebuah warna dalam komposisi tidak berdiri sendiri. Kualitas dan kuantitas keluasannya merupakan factor yang sangat menunjang.”

TEORI TENTANG WARNA

Dalam seni rupa, warna merupakan unsur yang sangat penting karena warna bisa menjadi alat untuk berekpresi. Bicara tentang warna, banyak sekali ilmu yang bisa kita pelajari darinya. Oleh karena itu, pada bahasan ini kita akan mengupas beberapa hal dasar mengenai warna.

1. Teori Sir Isaac Newton (1642-1727)
Dari percobaannya, Newton menyimpulkan bahwa apabila dilakukan pemecahan warna spectrum dari sinar matahari, akan dihasikan warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu alias mejikuhibiniu. Warna-warna itu bisa ditangkap mata manusia pada saat ada pelangi.

2. Teori Kesehatan
Teori kesehatan menyatakan bahwa semua warna yang dapat ditangkap oleh mata manusia adalah warna pokok.

3. Teori Brewster
Teori Brewster menyatakan bahwa warna pokok (primer) adalah warna yang dapat berdiri sendiri dan bukan merupakan hasil percampuran dengan warna lain. Sementara itu, warna yang berasal dari percampuran antara dua warna pokok deisebut warna sekunder. Warna pokok teridir dari warna merah, kuning, dan biru. Warna sekunder adalah warna hijau, jingga dan ungu. Warna hijau dihasilkan dari campuran warna biru dan kuning, sedangkan warna ungu diperoleh dari campuran warna merah dan biru.

Warna yang diperoleh dari percampuran antara warna primer dan warna sekunder disebut warna tertier. Rumus yang diperoleh dari Teori Brewster tersebut memampukan Herbert Ives untuk menciptakan lingkaran warna. Teori tersebut kemudian banyak diikuti orang, terutama mereka yang berkecimpung dalam bidang seni rupa.

4. Teori Munsell
Pada tahun 1858, Munsell menyelidiki warna dengan standar warna untuk aspek fisik dan psikis. Teorinya menyatakan bahwa warna pokok terdiri dari merah, kuning, hijau, biru, dan jingga. Sementara warna sekunder terdiri dari warna jingga, hijau muda, hijau tua, biru tua, dan nila.

PENGELOMPOKAN WARNA
Orang mengenal warna primer dan warna sekunder. Tiryssae Newton (1642-1727) menemukan hubungan antara cahaya matahari dan warna. Ia berhasil menguraikan cahaya matahari menjadi warna merah, jingga, kuning, biru, nilai, dan ungu. Di atas merah ada warna infra merah dan dibawah warna merah warna ungu ada ultra violet. Uraian warna tersebut dinamakan spectrum. Ahli grafis Jerman Le Blond (1730) menyederhanakan temuan Newton menjadi 3 warna pokok, yaitu merah, kuning dan biru yang dinamakan warna primer. Percampuran dua warna pokok disebut warna sekunder, yaitu merah dan biru menjadi ungu, merah dan kuning menjadi oranye, hijau dan ungu menjadi hijau ungu. Percampuran warna sekunder disebut dengan warna tersier, yaitu orange dan ungu menjadi orange ungu, orange dan hijau menjadi orange hijau, hijau dan ungu menjadi hijau ungu.
1. Warna Pokok (primer)
Warna primer adalah warna yang menjadi pedoman setiap orang untuk menggunkannya. Dalam penggunaannya warna pokok ada dua macam. Untuk grafis, yang dipakai adalah pigmen yang terdiri dari biru (cyan), merah (magenta), dan kuning (yellow). Pada foto dan grafis komputer, warna pokok cahaya terdiri dari red, green, dan blue (RGB). Dalam komputer, warna-warna yang pertama cyan, magenta dan yellow masih ditambahkan warna key (hitam) sehingga dikenal istilash CMYK. 
2.    Warna Sekunder
Warna sekunder merupakan percampuran antara warna primer.
a.     Merah + biru = ungu/violet
b.     Merah + kuning = oranye/jingga
c.      Kuning + biru = hijau







3.    Warna Tersier
Warna tersier merupakan percampuran antara warna sekunder dengan primer.
a.     Merah + ungu = merah ungu
b.     Ungu + biru = ungu biru
c.      Biru + hijau hijau biru
d.     Hijau + kuning = kuning hijau
e .    Kuning + oranye = oranye kuning









DIMENSI WARNA
Dimensi warna merupakan sifat-sifat dasar dari warna itu sendiri. Menurut The Prang System, warna dibagi menjadi tiga dimesi, yaitu :

1.    Hue, berkait dengan panas-dinginya warna, termasuk didalamnya warna primer, sekunder dan tersier.

2.    Value, berkait dengan terang-gelapnya warna, menunjukkan kulitas sinar yang direfleksikan oleh sebuah warna atau menunjukkan gelasp terangnya warna, dilakukan dengan menambahkan warna putih atau hitam.

3.    Intensity, berkait dengan cerah-suramnya warna, menunjukkan kuat-lemahnya warna. Pengurangan intensitas dicapai dengan mencampur atau menambah warna murni dengan warna-warna setral seperti putih, hitam, abu-abu atau dengan warna-warna komplemen.


WARNA DALAM KOMPUTER

Di layar komputer mungkin terlihat warna yang menarik, saat dicetak/print mungkin warna tidak sesuai tampil di layar. Karena untuk aplikasi cetak hanya dipakai gabungan warna CMYK, sedangkan di layar monitor menggunakan RGB, HLS, Hexadesimal dll.

Di dunia komputer grafis banyak sistem/model warna, antara lain :
a.    RGB (Red Green Blue)
b.    CMYK (Cyan Magenta Yellow Black)
c.     HLS (Hue Lightness Saturation)
d.    LAB Color (Lightness A (green-red axis) B (blue-yellow axis)
e.     RGB Hexadecimal: missal :#FF0000

Dalam kebutuhan cetak dan printing, warna yang dipakai adalah sistem/model CMYK, sedangkan untuk tampil di layar monitor saja (missal :web, wallpaper, game, video) warna yang bisaa digunakan adalah RGB dan RGB Hexadecimal. Saking banyaknya warna, maka kita sulit mendapatkan warna yang sesuai dan disepakati banyak pihak. Oleh karena itu muncullah standar warna seperti Pantone, DIC, Toyo, Trumatch dll, untuk menyamakan persepsi warna dengan menggunakan kode angka.
TIPS MEMILIH WARNA
1. Sebelum memilih-milih warna anda harus mengetahui pembuatan warna. Anda harus dapat membedakan antara hue, lightness, saturation juga warna primer, komplementer, monokrom dan psikologi warna.
2. Mengetahui target/audience yang akan menggunakan karya anda. Apakah audience anda anak balita, remaja, dewasa atau usia lanjut, laki-laki atau perempuan. Sehingga anda tinggal mencocokkan dengan warna dengan psikologi yang diinginkan.
3. Jika anda telah memilih warna tertentu, bukan berarti warna lain tidak bisa dipakai. Yang harus anda perhatikan jangan sampai warna lain mengalahkan kekuatan warna yang anda pilih.
4.    Sebelum mendesain, sebaiknya tentukan dahulu warna latar belakang. Karena warna background akan dilihat / dirasakan pertama kali. Warna background disini bisa berupa blok warna atau gambar monokrom.
5.    Keuntungan background gelap yaitu dapat diberi efek cahaya / flare. Keuntungan background putih dapat diberi efek bayangan.
6.    Sebelum memilih warna yang berbeda jenis / hue, lebih mudah pilih warna monokrom yang berbeda gelap terang (lightness) atau cerah pudar (tint)nya. Terlalu banyak perbedaan warna hue, seperti warna pelangi, akan sulit mangaturnya, disbanding 2 warna tapi dengan variasi gelap terang (lightness).
7.    Terlalu banyak warna hue dan lightness akan mengakibatkan kontras yang berlebihan. Hanya sedikit batas antara kontras dan kacau (chaos).
8. Tentukan / batasi warna utama hanya 2 atau 3 warna hue saja. Hitam dan putih jangan dianggap sebagai warna karena fungsinya adalah hitam sebagai cahaya (lightness).
9.  Desain menggunakan 4 warna bisa menguras waktu dan tenaga. Desain menggunakan 5 warna adalah terlalu sulit, akan memeras pikiran dan resiko gagalnyapun tinggi. Bayangkan saja anda mempunyai 5 pegawai dan 2 pegawai, tentu akan lebih mudah mengatur sedikit pegawai, dengan banyak pegawai bisa-bisa kantor anda tidak effisien sehingga bisa menimbulkan demo unjuk rasa (chaos).
10. Jika anda belum berani bereksperimen dengan warna atau ingin belajar menahan diri, gunakan warna akromatik / grayscale! Ini akan menghindari dari masalah clash atau chaos. Juga akan menghemat ongkos produksi lebih dari 60%. Anda bisa lebih leluasa dengan kaidah yang seperti irama, fokus, kontinuitas, keseimbangan dll.
11. Alam adalah contoh yang baik untuk mendapatkan kombinasi warna yang harmonis. Lihatlah pohon, daun, tanah dan langit  di saat pagi hingga malam. Karena kita terbisaa dengan alam tersebut maka mata kita tidak mengatakan “kacau”. Sehingga tidak ada warna hue yang “bertabrakan” di alam.
12. Warna yang tidak bisaa / tidak natural seperti : cyan, magenta, ungu daoat dipakai untuk “mengejutkan” audience. Tetapi jika terlalu banyak kejutan, karya anda akan kehilangan informasi yang ingin disampaikan.
13. Di software seperti Coreldraw dan Adobe Photoshop, ada fasilitas untuk mengambil warna dari gambar  yaitu Color Picker. Dengan tool ini anda dapat mengambil sample warna dari foto digital yang anda anggap baik. Sehingga desain anda dapat mengikuti warna yang sudah dianggap baik tersebut.
14. Mencampur warna dengan tool Blend Tool di Coreldraw atau Gradient Tool di Photoshop akan menghasilkan warna baru. Dengan menu Edit  Copy Propeties From.. , anda dapat memilih warna pada salah satu warna di object blend tersebut.
Dengan model ‘Blend tool’ dan ‘Copy Propeties From….’ Saja, anda dapat membuat desain dengan warna sulit (yang berasal dari 2 warna hijau dan orange) yang cocok satu sama lain.
15. Banyak sekali bahkan jutaan warna yang bisa anda pilih di dunia ini. Oleh karena itu sering-seringlah menyimpan / save warna baru yang belum ada di palet warna software grafis, sehingga koleksi warna anda semakin kaya.
16. Experimen! Warna di media elektronik dan cetak mempunyai masalah yang berbeda. Belum lagi teknologi komputer dengan digital prinitngnya yang mampu menampilkan warna dpotlight/nyala, yang terdiri dari 8 campuran warna (bandingkan dengan CMYK yang hanya 4 warna).
17. Spot color: tampilan sedikit warna diantara warna-warna hitam putih Jika kamu ingin memberi kesan informatif: cukup dengan warna hitam putih, tetapi bila ingin memberikan kesan persuasif: sebaiknya berwarna, sebaiknya atraktif (produk-produk makanan, minuman, kecantikan, property, jasa pariwisata). Contoh aplikasinya dalam  media pembelajaran misalnya: kamu di suruh membuat bahan ajar cetak untuk anak SD,

RESPON PSIKOLOGI TERHADAP WARNA
Color express moods of nature, ungkapan Walter Sargent dalam bukunya The Enjoyment and use of color, mengatakan bahwa warna itu mengungkapkan keadaan/suasana alam.
Menurut Maitland Graves, dalam bukunya “The Art of color and design”, diketahui bahwa:
a.   Warna panas/hangat adalah: keluarga kunIng, jingga, merah.
      Sifat: positif, agresif, aktif, merangsang.
b.   Warna dingin/sejuk: keluarga hijau, biru, ungu
      Sifatnya: negative, mundur, tenang, tersisih, aman.
c.    Warna yang disukai mempunyai urutan seperti berikut:
      merah, biru, ungu, hijau, jingga, kuning.
      Menurut F.S. Breeds dan SE, Katz warna merah lebih popular untuk wanita dan biru untuk pria. Wanita lebih sensitive daripada pria. Hal tersebut kemungkinan karena lebih banyak pria yang buta warna dibandingkan dengan wanita. Warna murni dan hangat disukai untuk ruangan sempit, sementara warna gelap n pastel digunakan untuk ruangan luas. Kombinasi warna yang disukai adalah warna kontras/komplemen, selaras analog atau nada, monokromatik.

Warna dan Kepribadian Seseorang
Berikut ini adalah warna-warna yang mempunyai asosiasi dengan pribadi seseorang, diambil dari buku Design in Dress oleh Marian L. David :
a. Merah                : cinta, nafsu, kekuatan, berani, primitive, menarik bahaya, dosa, pengorbanan, vitalitas.
b. Merah jingga      : semangat, tenaga, kekuatan, pesat, hebat, gairah.
c. Jingga                 : hangat semangat muda, ekstrimis, menarik.
d. Kuningjingga      : kebahagiaan, penghormatan, kegembiraan, optimisme, terbuka.
e. Kuning               : cerah, bijaksana, terang, bahagia, hangat, pengecut, penghianatan.
f.  Kuning hijau       : persahabatan, muda, kehangatan, baru, gelisah, berseri.
g. Hijau muda         : kurang pengalaman, tumbuh, cemburu, iri hati, kaya, segar, istirahat, tenang.
h. Hijau biru           : tenang, santai, diam, lembut, setia, kepercayaan.
i.  Biru                    : damai, setia, konservatif, pasif, terhormat, depresi, lembut, menahan diri, ikhlas.
j.  Biru ungu         : spiritual, kelelahan, hebat, kesuraman, kematangan, sederhana, rendah diri,                        keterasingan, rsisih, tenang, sentosa.
k. Ungu                   : misteri, kuat, supremasi, formal, melankolik, pendiam, agung (mulia).
l.  Merah ungu        : tekanan, intrik, drama, terpencil, penggerak, terpencil.
m.Coklat                : hangat, tenang, alami, bersahabat, kebersamaan, tenang, sentosa, rendah hati.
n. Hitam                  : kuat, duka cita, resmi, kematian, keahlian, tidak menentu.
o. Kelabu                : tenang.
p. Putih                   : senang, harapan, murni, lugu, bersih, spiritual, pemaaf, cinta, terang. 


Secara umum, warna dikaitkan dengan pertimbangan makna psikologis

a. Merah             : darah, marah, berani, seks, bahaya, kekuatan, kejantanan,
                             kebahagiaan, cinta, keunguan: mulia, agung, kaya, bangga
                             (sombong), mengesankan.
b. Hitam              : misteri, berwibawa, berkelas, konservatif, kegelapan, tegas, kukuh,
                             formal, struktur yang kuat
c. Merah jingga   : semangat, tenaga, kekuatan, pesat, hebat, gairah.
d. Kuning jingga  : kebahagiaan, penghormatan, kegembiraan, optimisme, terbuka.
e. Putih               : sporty, bersih, segar, mahal, positif, merangsang, cemerlang,
                             ringan, sederhana, polos, jujur, murni., suci,lugu, spiritual, tenang.
f.  Kelabu            : maskulin, serius, tenang, sopan, sederhana, orang yang telah
                             beumur, kepasifan, sabar, rendah hati, intelegensia, ragu-ragu,
                             tidak dapat membedakan yang penting dan tidak penting. Netral,
                             penengah dalam peperangan.
g. Jingga             : kecerahan, hangat, semangat muda, ekstrimis, menarik.
h. Kuning            : ceria, hangat, semangat, cerah, kesenangan, kelincahan kemuliaan
                             cinta, pengertian yang mendalam, lambang intelektual, bijaksana, 
                              pengecut, pengkhianatan.
i. Kuning hijau     : persahabatan, muda, kehangatan, baru, gelisah, berseri.
j. Hijau muda       : tumbuh, cemburu, kurang berpengalaman, iri ahti, kaya, segar,
                              istirahat, tenang.
k. Hijau biru         : tenang, santai, diam, lembut, setia, kepercayaan.
l.  Biru                  : melankolis, teknologi, sejuk, pasif terhormat, tenang, damai,
                              depresi, menahan diri, ikhlas, setia, konservatif, lembut, menahan
                              diri. Goethe menyebutnya mempesona, spiritual, monoteis,
                              kesepian, sedang memikirkan masa lalu dan masa akan datang.
                              Warna perspektif yang menarik kita dalam kesendirian, dingin,
                              membuat jarak, dan terpisah. Melambangkan kesucian dan
                              harapan.
m.  Ungu              : kebesaran, sejuk, negative, mundur, tenggelam dan khidmat,
                              berarti sukacita, kontemplatif, suci, lambang agama, murung,
                              melankolis, pendiam, agung(mulia), aristokrasi, dan menyerah.
n. Cokelat            : bersahabat, hangat, tenang, alami, kebersamaan, sentosa,
                              rendah hati.
o. Hijau                : emosi hamper mendekati pasif, lebih istirahat. Melambangakan
                              renungan, kepercayaan(agama), dan keabadian.Fungsi:kesegaran,
                              mentah, muda, belum dewasa, pertumbuhan, kehidupan dan
                              harapan, kelahiran kembali, dan kesuburan.
p. Pastel              : lembut, feminim, romantis, inspirasi

Warna dan Budaya

a. Spanyol dan Venesia
Kaum elite dikuasai warna biru dan hitam

b. Cina
Lambang dinasti di Cina berbeda-beda. Warna dinasti Sung: coklat, dinasti Ming: hijau, Ching: kuning. Kaisarnya memakai warna biru bila sedang memuja langit, kuning waktu menyembah tanah, dan tinta merah waktu menandatangani surat-surat perintah.Warna kuning dianggap warna suci.Saat pertunjukan teater, orang suci ditampilkan dengan muka merah, orang jahat dengan warna putih, dan orang udik dengan warna hitam.Putih dilambangkan sebagai warna duka cita .Warna merah digunakan saat perayaan pernikahan dan pengantin wanitanya mengenakan pakaian berwarna merah.

c.     Barat
Di Barat warna putih digunakan untuk mempelai wanita, ketika pernikahan, sama hal nya dengan suku sunda.

d.    Yunani
Phytagoras melambandkan patung-patung wanita berpita. Pita putih melambangkan kesucian, pita merah melambanagkan cinta dan pengorbanan, pita biru melambangkan social dan integritas. Pada cerita Odyssey, baju ungu kemerahan melambangkan pengembaraan Odysseus.Pada lakon Illias, warna merah merupakan lambing peperangan berdarah dalam cerita tersebut. Mitologi yunani mengatakan, bahwa warna hijau melambangkan dewa Hermes (lambangnya biru), dan dewi Aphrodite(lambangnya kuning menjadi dewa Hermaphrodite(hijau)

e.     Indonesia
Warna bendera Indonesia berasal dari konsep, getah dan getih yang berwarna merah dan putih, yaitu zat cair yang mengalir dalm tubuh makhluk yang memberikan kehidupan. Lambang kehidupan yang menaglir terus menerusWarna merah keunguan disukai oleh raja-raja di masa lampau. Warna simbolik sifatnya dan tokoh pewayanangan kulit

f.     Sunda
Di sunda warna hijau identik dengan warna tokokh yang jahat dalam suatu cerita, salah satu contohnya adalh buta hejo (tokokh raksasa)

g.     Yogya
Di Yogya, kuning dipakai sebagai warna paying kebesaran Sultan Yogyakarta

h.    Mesir
Pada zaman mesir kuno, mahkota putih menghiasi osaris. Pendetra-pendeta menguunakan jubah putih untuk menyembah deewa Jupiter. Kuning dan emas melambangkan matahari, merah melambangkan pria, hijau lambing keabadian, ungu warna tanah, biru lambang akhirat dan keabadian. Biru dipakai oleh para pendeta, sebagai lambing kesucian dalam peradilan hokum. Osiris dilambangkan dengan warna hijau. Horus (anaknya) dilambangkan dengan warna putih. Set, dewa kejahatan berwarna hitam), Shu dewa yang emmisahkan langit dan bumi berwarna merah, dan Amen, dewa kehidupan berwarna biru.

i.      Asia
Di India, dewa brahmana dilambangkan dengan kuning, Siwa, dewa perusak dilambangkan dengan waermna hitam. Kuning merupakan lambang budha, Arah mata angin di cina dilambangkan dengan: Utaraà hitam, Selatan à merah, timur à hijau, baratà putih.Warna hijau abadi menunjukkan waktu, bangsa2 dilambangkan dengan dengan empat warna, merah (mesir), kuning (asia), putih (bangsa dari utara), hitam (negro).

Warna dan Desain
Dalam desain, warna dapat menunjukkan gaya/style sebuah desain:

a. Warna etnik:warna yang berciri gaya etnik/tradisional, contohnya dominant warna
    hijau tua, coklat, dsb.
b. Warna pop art: warna yang menggunakan warna-warna cerah (khas pop art),
    seperti perpaduan warna merah, kuning, orang, dsb.
c.  Warna op-art (psikodelik): warna yang menngunakan warna-warna yang
    memberikan efek khusus terhadap mata yang melihatnya( seperti kesan
    luas/sempit, tinggi-rendah, dsb.). Contoh komposisi warna tersebut adalah: warna
    merah-biru, merah-hijau, dsb.
d. Warna posmo (postmodern): warna yang menggunakan warna-warna soft yang
    mencirikan gaya postmodern. Contoh:perpaduan warna pastel.

Fungsi Warna
a. Warna pada karya seni rupa memiliki fungsi
1)    estetik,
2)    simbolik,
3)    ekspresi,
4)    ungkapan perasaan
5)    Personal expression

b. Warna pada karya desain:
1)    Fungsi praktis,
2)    estetik,
3)    simbolik
4)    Personal taste

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar